Showing posts with label Dunia Internet. Show all posts
Showing posts with label Dunia Internet. Show all posts

Penyebab Gagalnya Mendolarkan Blog

on Tuesday, July 24, 2012


Sobat pembaca, judul penyebab gagalnya mendolarkan blog maksudnya hal-hal yang menggagalkan tujuan blogging kita untuk meraup penghasilan. Semoga sampai hari ini kita masih semangat untuk mencintai kerja blogging kita dan memegang komitmen. Karena berbisnis melalui blog dan website berarti menceburkan diri ke dalam dunia maya, dan harus menceburkan diri, bukan hanya kakinya yang masuk ke dalam air tapi seluruh tubuh.
Mungkin kegagalan meraup penghasilan dengan blog memang dialami oleh mayoritas blogger, dan hanya sedikit orang yang mencapai keberhasilan itu. Kalau sobat yang hingga saat ini belum berhasil, termasuk saya juga mengalaminya, mau menghitung-hitung atau memastikan, sebenarnya ada banyak hal penyebab gagalnya kita mendolarkan blog. Karena bagaimanapun, ketika target trafik blog saja tidak bisa dicapai, bagaimana mungkin penghasilan akan dicapai juga? Sudah masyhur, bahwa sumber penghasilan blog itu adalah trafik. Semakin trafik tinggi, semakin tinggi pula kemungkinan besarnya penghasilan. Berarti, urutannya adalah: trafik – penghasilan.

Kunci kegagalan
Mengapa? Karena kunci kegagalan lebih spesifik dari pada kunci keberhasilan. Semua orang tahu jika ingin berhasil ya fokus, semangat, jangan menyerah, terus mencoba dan belajar dan seterusnya. Tapi sebenarnya yang perlu diperhatikan baik-baik sebenarnya adalah mengetahui kunci kegagalannya. Lalu apa saja kunci atau penyebab utama kegagalan mendolarkan blog kita?
Pertama: tidak fokus. Para blogger sukses memang benar, bahwa keberhasilan itu terjadi karena fokus. Kebalikannya, tidak fokus adalah penyebab kegagalannya.
Kedua: cepat bosan. Ini intinya kembali lagi kepada persoalan fokus. Memang fokus itu membosankan, karena hanya menekuni satu hal saja. Rasa penasaran kadang juga mengganggu fokus kita.
Ketiga: mudah menyerah. Lagi-lagi karena cepat bosan, dan mudah tidak tahan dengan satu hal tertentu. Ini karena proses blogging sendiri tidak secepat menunggu pacar atau bus dihalte hehehe. Prosesnya cukup lama, dan terkadang keberhasilan itu terjadi justru saat kita sedang fokus dan tidak memperdulikan dengan gemerlap-gemerlap yang lain. Nah loe..!

Hindari hal-hal berikut
Nah, seperti yang sudah ditulis di atas, bahwa trafik yang akan membawa blog sobat menuju posibilitas penghasilan, maka kuncinya adalah “hindari berbagai hal yang dapat mengganggu target trafik”. Mengapa? Karena target untuk mencapai trafik yang bagus itulah yang mengharuskan kita FOKUS dalam merawat blog. Oleh karena itu, meskipun banyak sekali jalan, cara dan metode para master internet marketing, tetapi mereka justru mewajibkan kita untuk fokus dan tidak goyah dengan satu cara. Hindari hal-hal berikut:
  1. jangan mudah mengganti domain atau alamat URL blog sobat. Terkadang karena ingin ganti niche, domain atau alamat URL blog jadi ikut diganti juga. Apalagi jika sobat menggunakan blog gratisan yang dengan mudah mengganti alamat URLnya. Sebaiknya, jika ingin menulis niche baru, buat blog yang baru atau tambah saja di blog lama dan tambahkan keywordnya. Dampak lain dari ganti URL adalah mereparasi internal link, sobat akan repot dan tambah pekerjaan yang tidak mudah.
  2. jangan mudah ganti template atau theme. Apalagi saat kita menemukan template yang lebih baik dari template yang sudah kita gunakan. Wah, pasti gatal sekali rasanya hehe. Mudah ganti-ganti template akan menyebabkan optimasi internal yang sudah dibangun rusak kembali. Tambah pekerjaan lagi bukan?
  3. jangan mudah mengganti metode. Metode apa saja yang terkait dalam meraih trafik, meliputi pemostingan dan SEO. Memang algoritma search engine terus berkembang dan berubah. Tapi, perubahan itu bukan pergantian, tapi perkembangan. Oleh karena itu teknik blogging yang begitu banyak metodenya jangan sampai membuat sobat mudah merubah. Ingat, merubah itu berbeda dengan mengembangkan. Artinya, jika sobat saat ini menggunakan suatu teknik dan sudah berjalan rutin, kemudian suatu hari menemukan teknik yang lebih canggih dari orang lain, sebaiknya sobat jangan langsung merubah teknik pertama dengan teknik baru tersebut secara keseluruhan dan tiba-tiba. Tapi, pelan-pelan saja, sehingga nanti menjadi proses pengembangan, bukan perubahan.
  4. jangan memikirkan trafik, apalagi penghasilan. Selama proses meraih trafik, jangan terlalu memikirkan trafik itu sendiri. Terkadang, karena terlalu berharap mendapatkan trafik tinggi, kita jadi mudah malas ketika kita tidak kunjung mendapati blog kita meraih trafik tinggi. Apalagi uangnya, oh no..! sebaiknya, pikiran kita fokus kepada metode pemostingan dan SEO dan lakukan secar rutin. Susun metode dengan baik, lakukan dengan rutin dan meyakinkan.
Hal-hal kecil itulah yang sering menjadi penyebab kegagalan mendolarkan blog kita selama proses terjadi. Dan jika semua hal-hal di atas itu dijadikan sebagai kalimat positif, akan menjadi FOKUS atau konsisten. Buatlah tempat dan suasana disekitar sobat senyaman mungkin agar kegiatan blogging menjadi lancar dan bisa fokus sehingga penyebab kegagalan mendolarkan blog sobat tidak terjadi. Semalat ngeblog :)



Tag : ,

Narsis Terparah di Facebook

on Thursday, March 1, 2012

Kamu tahu kan arti tulisan dalam gambar itu? Kemarin waktu aku sedang cek Facebook punyaku, tiba-tiba ada salah satu teman Facebook yang ditag dalam gambar itu. Kalau dalam bahasa kita “Loe pengin dapet duit dari Pesbuk? Gampang kok. Loe klik menu Setting, trus nonaktipin akun Pesbuk loe, trus kerja!”. Sempat tertawa ngakak juga sih baca tulisan itu. Dan sekaligus yang bikin geli adalah pengalamanku sendiri selama menjadi member di Facebook. Ya dulu aku suka nulis status, tapi sekarang Facebook jadi tempat yang sering membuat aku tertawa, tertawa ngakak, kalau bukan di mulut ya di batin.
Aku sering sebel sendiri lihat kelakar dan status teman-teman Facebookku. Pertanyaannya, kenapa “Deactivate your account, and go to work” begitu? Jelas, Facebook sudah sering melenakan. Kebanyakan orang khususnya di Indonesia sering terlena dengan Facebook. Aku lihat temen-temanku update status hampir setiap satu jam, itu rata-rata lah. Seolah penting sekali menulis status, tetapi hanya sedikit sekali status yang bermakna dan berguna untuk ditulis. Jadi, mungkin hanya 10% status yang ditulis itu berguna dan penting untuk ditulis, selebihnya, 90% adalah status-status yang tidak penting.
Komentar? Kalau aku kira-kirakan, hampir 99% komentar adalah kelakar yang tidak penting, tidak nyambung bahkan rata-rata candaan saja. Yang seperti itu memenuhi hampir seluruh aktivitas dunia maya kita di Facebook, dan bahkan menjadi kebiasaan wajib yang tidak boleh ditinggalkan. Seolah-olah tanpa Facebook kita mati, oh no! Itu jelas sangat lebay sekali.
Yang menarik adalah sifat atau pembawaan dasar antara jenis kelamin pria dan wanita. Kebanyakan teman-teman wanita Facebookku adalah insan-insan yang lebay, baik status maupun komentarnya. Bahkan yang parah, masalah kehidupan pribadi yang mengandung aib sampai dibawa-bawa ke dinding Facebook, oh its worse dear. Jenis kelamin wanita lebih banyak menulis status tidak penting dari pada pria. Mereka tampak sekali kelemahan dan sifat cengengnya. Mengeluh, menangis, marah dan menulis tentang apa yang sedang dilakukan, seperti “Mandi dulu yuk..” dan yang sejenis, itu yang menjadi prioritas. Yang parah, ibadah saja sampai laporan di Facebook. Seperti shalat tahajjud, dhuha atau puasa sunnah, ditulis di dinding status. Dirahasiakan malah lebih baik to? Hanya kita sendiri dan Tuhan yang tahu, itu kan lebih indah.
Semua aktivitas itu di Facebook menjadi aktivitas yang memang menghalangi produktivitas. Hanya sedikit orang yang mampu menggunakan Facebook untuk aktivitas yang produktif dan menghasilkan, baik secara finansial, edukasional atau sosial. Itu karena mereka tahu ilmu yang baik untuk menggunakan Facebook.
Ya, aku pribadi juga belum produktif selama menggunakan Facebook, tetapi paling tidak mbo’ yo jangan lebay lah. Ada banyak waktu luang untuk dimanfaatkan baik-baik dan berguna dari pada lebay di Facebook. Kalau kamu tidak percaya, hitung saja sendiri, lebih banyak mana fokus kamu antara Facebook dan kegiatan lain yang lebih berguna. Kalau lebih fokus kepada yang kedua, pasti kamu sudah mendapatkan hasilnya. Kalau belum, kamu memang masih tergoda dan tidak bisa hidup tanpa Facebook. So, go to work for now! hahahaha... 



Tag :

Cara Mudah Menemukan Niche Bagus

on Wednesday, February 8, 2012

Mencari niche dalam dunia blogging adalah kegiatan yang susah-susah asyik. Membuat penasaran dan misterius. Tetapi juga seringkali membuat kita pusing sendiri, dan stress. Begitu kan? Mari kita tertawa dulu sebelum memulai pembicaraan tentang bagaimana menemukan kata-kata atau phrase yang bisa dijadikan petunjuk untuk menemukan niche yang punya nilai profit.
Ayo tertawa..
 
Saya sendiri kadang juga pusing ketika mentok, tidak kunjung menemukan niche yang baik. Niche yang baik pastinya yang low competition, banyak pencarinya dan punya nilai profit yang baik bukan? Pasti itu..! Padahal, kita setiap hari bersentuhan dengan banyak hal, banyak benda, banyak aktivitas, banyak fakta. Apalagi bagi banyak orang yang sehari-harinya aktif di situs-situs social network, disana akan dijumpai banyak sekali hal-hal  yang sedang tren dan dibicarakan banyak orang. Tetapi apa masalahnya?
Banyak jawaban, bisa karena kurang pengalaman, tergesa-gesa, kurang modal buat beli tool, cepat menyerah dan seterusnya, meski sebenarnya hanya mengandalkan tool gratis seperti Google Adwords juga bisa. Apalagi tool ini memang dikhususkan untuk para pegiat Google Adsense dalam mencari keyword dan nichenya.
Oke, beberapa petunjuk mudah ini bisa Anda pakai untuk menemukan keyword ideas buat dijadikan niche:
  1. Sebaiknya Anda mencari micro niche. Niche yang sudah di-micro-kan, begitu istilahnya. Biasanya micro niche ini terdiri dari dua kata atau lebih, dan itu artinya sudah mengerucut dari niceh induknya. Misalkan secara tidak sengaja Anda menemukan niche “culinary” (artinya: kuliner). Jika Anda tilik di pencarian Google, hasilnya pasti sudah sangat banyak, sudah masuk high competition. Maka Anda tambahkan satu kata lagi – misalkan – menjadi “culinary school”. Atau bisa Anda jadikan menjadi tiga kata “online culinary school”.
  2. Semakin niche mengerucut, artinya semakin menuju pasar dan semakin realistis menuju ke kegiatan produksi. Maksudnya, kalau niche “culinary” saja, itu masih umum, bisa jadi hanya seputar teori dan cerita-cerita atau pandangan-pandangan yang belum tentu bisa diaplikasikan. Tetapi kalau sudah mengerucut, maka semakin bernilai produktif. “Culinary school” (sekolah kuliner) sudah memberi maksud kepada kita tentang sebuah kegiatan produksi yang nyata, yaitu kegiatan sekolah kuliner atau sekolah tata boga. Begitu bukan?
  3. Carilah kata-kata atau frase yang memberi pemahaman teknis sampai pada hal-hal yang detail atau kecil dan pribadi. Misalkan frase yang berhubungan dengan rasa nyaman saat Anda sedang tidur, atau berhubungan dengan penataan meja belajar Anda. Dan selidikilah kira-kira informasi apa saja yang dicari oleh banyak orang seputar hal-hal kecil itu, nanti Anda akan temukan niche yang punya nilai bagus.
  4. Setelah itu, gunakan Google Adword untuk menengok berapa pencarian lokal setiap bulannya, cost perkliknya. Dan cek di mesin pencari Google, berapa hasil pesaing yang muncul terkait micro niche tersebut. Jika masih dibawah 10 juta, maka itu masih low competition (kata para mastah-mastah lho).
  5. Ada baiknya Anda juga bisa cek micro niche tersebut di Google Insight, agar bisa diketahui di negara mana saja micro niche tersebut menjadi trend an punya pencarian tinggi. Itu agar memudahkan Anda untuk siapa Anda menulis dan dimana riset yang sebaiknya Anda lakukan untuk mengisi konten ke blog Anda.
Itu seputar pencarian niche dan micro-micronya yang pernah saya alami bersama Google Adword. Saya juga masih belajar dan belum berpengalaman dengan tool-tool yang lebih bagus dari Google Adword. Atau barangkali ada teman-teman blogger yang punya pengalaman yang lebih bagus dari saya, silahkan di share di komentar. Salam ngeblog!



Tag :

Memajukan Pasar Internet Indonesia

on Sunday, February 5, 2012


sebagai salah satu pengguna internet dan pengagum dunia blog, saya masih perlu belajar banyak dari orang-orang yang mampu memanfaatkan peluang dalam dunia internet. Selama coba meniru-niru kegiatan para blogger yang berpenghasilan, saya baru sadar bahwa langkah-langkah yang ditempuh memang berat dan butuh banyak belajar.
Oleh karena itu, sangat wajar jika pada master blogger mencapai penghasilan yang pantas dengan ukuran usaha mereka. Keringat mereka terbayar sesuai rasa lelah yang terkuras. Tapi, sekali lagi, mereka mendapatkan itu karena focus yang tinggi. Makannya saya suka heran sendiri jika ada blogger yang memiliki kegiatan inti lain, seperti kuliah, sekolah dan kerja.
Yang jadi pertanyaan saya selama ini, mengapa ketergantungan pasar internet Indonesia terhadap luar negeri sangat besar?
Tag :
 
© warnul | All Rights Reserved